Kamis, 07 Januari 2016

Keterampilan Mengajar Guru


NAMA            : ANDI NURUL HIDAYATULLAH
NIM                : 20200113009
JURUSAN      : PENDIDIKAN BAHASA ARAB

KETERAMPILAN MENGAJAR GURU

Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif diperlukan berbagai keterampilan yaitu keterampilan mengajar dalam hal ini membelajarkan. Keterampilan mengajar atau membelajarkan merupakan kompetensi pedagogik yang cukup kompleks karena merupakan integrasi dari berbagai kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh.   
Mengajar merupakan jenis kegiatan yang sangat kompleks, yang mengandung banyak tindakan, baik mencakup teknik penyampaian materi, penguunaan metode, penggunaan media, pembimbingan belajar anak, pemberian motivasi, pengelolaan kelas, pemberian penilaian, dan seterusya. Oleh karena itu, seorang guru hendaknya memahami beberapa keterampilan mengajar terlebih dahulu, agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
            Dalam proses pembelajaran, terdapat tiga komponen penting, yaitu: membuka pelajaran, proses berlangsungnya pelajaran, dan menutup pelajaran. Ketiga komponen tersebut memiliki prinsip masing-masing.
Membuka pelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa/siswi agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari. Dalam membuka pelajaran, terdapat beberapa keterampilan yang harus dikuasai oleh guru di antaranya menarik perhatian, menumbuhkan motivasi belajar, memberikan acuan belajar, dan lain-lain.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru untuk menarik perhatian siswa-siswi terhadap pelajaran yang akan disajikan, antara lain melalui gaya mengajar guru, penggunaan media dan sumber belajar yang bervariasi, serta penguunaan pola interaksi belajar-mengajar yang bervariasi.
Dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa-siswi ini, dapat dilakukan melalui empat cara, yakni guru hendaknya memiliki sikap ramah dan antusias agar siswa-siswi dapat semangat dan senang mengawali pembelajaran. Seorang guru hendaknya membangkitkan rasa ingin tahu siswa-siswi dengan bercerita, mendemonstrasikan suatu peristiwa, atau dengan bertanya. Guru dapat pula mengemukaan beberapa ide yang bertentangan, serta memperhatikan minat belajar siswa siswi dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi seperti usia, jenis kelamin, lingkungan, adat, budaya, status sosial ekonomi dan sebagainya.
Pun dalam mengajar dibutuhkan ketrerampilan mengajar. Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir.
Namun ada hal yang harus diingat tentang keterampilan tersebut, yaitu guru seyogyanya menghindari pertanyaan yang memancing jawaban serentak. Hal itu bertujuan agar guru dapat melihat  mana jawaban yang paham dan  yang belum paham.
Setiap guru mestinya mampu memberikan penguatan  kepada siswa yang menunjukkan perbuatan atau prestasi yang baik, baik secara verbal maupun non verbal. Pun guru dalam mengajar semestinya mengadakan variasi, baik variasi dalam cara mengajara, gaya mengajar, maupun pola interaksi dan lain-lain sebagainya.
Terakhir, seorang guru yang terampil mampu mengelolah kelas dengan baik. Memberikan pendekatan yang sesuai dengan kondisi dan keadaan yang terjadi dalam kelas yang dihadapinya.  Mengelolah kelas juga merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar